Selasa, 05 Mei 2009

SEPIYON

Sepiyon (spion) yang dimaksud adalah alat pengintip dari berbahan cermin kaca kecil yang biasanya dipasang di kendaraan bermotor, bahkan becak dan andhong (bendi) juga ada yang memasangnya.
Lalu untuk mengapa kita pasang sepiyon? Hehehe katanya pengintip ke arah belakang, tentu saja dibuat agar kita nyaman berkendara tanpa perlu tengak-tengok atau menoleh ke belakang. Tetapi... kenyataannya... banyak yang lebih suka menoleh ke belakang saat akan berbalik arah (berbelok), masuk jalur lalulintas (on the road), keluar dari jalur lalulintas (menepi), atau kalau mau menyalip (dari kiri atau kanan).
Sepiyon pada pengendara sepeda motor cenderung dilepas sebelah (kiri atau kanan), diperkecil (disembunyikan), atau bahkan anti sepiyon. Tetapi yang paling aneh yang saya jumpai adalah :
sepiyon pada sepeda motor yang dipasang kiri-kanan namun tidak ada cerminnya!!! (Nah kalau yang begini termasuk tanpa sepiyon kan?)
Keamanan berkendara saat ini semakin tidak diperhatikan, tentu saja karena orang yang tidak pernah memikirkan pentingnya sepiyon karena belum pernah mengalami terserempet atau tertabrak dengan alasan tidak ada sepionnya. (selamat deh!) Tetapi dengar saja orang yang sedang adu mulut karena serempetan atau tabrakan, biasanya kata yang keluar adalah "Matamu ditaruh dimana!!!" atau "Makanya kalau mau balik arah pakai mikir! jangan kayak celeng aja" atau "Buka matamu!! Wagu kalau ada yang bilang "Makanya sepiyonnya dipasang!!"
Banyak pengendara yang tidak sadar pentingnya sepiyon, meskipun terpasang kanan-kiri namun tidak digunakan sebagaimana mestinya (atau karena takut Poltas?). Tentu saja pengendara yang seperti ini tidak mau tahu ada apa dibelakangnya. (Apalagi pasang stiker bertuliskan "Cuex is the best")

So... bangsa Indonesia ini sudah luntur etika budaya peduli lingkungan dan sekitarnya, salah satunya : tidak menggunakan sepiyon sebagaimana mestinya atau menggunakan sepiyon tidak sebagaimana mestinya.

Tukang parkir adalah satu pihak yang diuntungkan dengan sepiyon terpasang sebelah saja, atau komplit dengan sepiyon mini, karena dia dengan enaknya meraup keuntungan dengan mengatur jarak sedekat mungkin antara sepeda motor satu dengan sepeda motor lainnya (biasanya di tempat parkir yang padat). Alhasil kendaraan kita lecet, penyok, patah dan sebagainya.

Sudahkah hari ini anda celaka atau mencelakakan orang lain dengan sepiyon yang tidak digunakan sebagaimana mestinya?

Kamis, 28 Juni 2007

Wagu pol yo men

Salam wagu!

Mungkin anda ada yang masih memikirkan kok wagupolman tuh apa? Ini bukan nama daerah loh, tapi saya mengambil nama WAgupolman ini karena dalam bahasa Jawa artinya demikian:
wagu adalah aneh tapi lucu
pol adalah sangat, atau lebih
man yang dalam ucapannya men adalah biar saja, biarin
Kok bisa demikian? hehe karena teman-teman kul dulu sering menyebutku manusia terwagu karena tingkah dan omonganku. Jadi biarin aja aku wagu. Wagu yo men, wagune pol yo men.
Wagupolman aja.